Bersabarlah24 November 2009
Pertama sabar dalam ketaatan, maknanya, kita diwajibkan untuk beribadah dan menyembah Allah semata, untuk menjalankannya kita membutuhkan kesabaran, karena bukan sedikit cobaan akan datang manakala kita menjalankan kewajiban itu. Sebut saja misalnya untuk shalat di masjid, akan selalu ada halangan dari saat kita berwudlu, melangkahkan kaki ke masjid bahkan sampai salam. Bisa berupa rengekan anak yang sedang rewel, atau permintaan anggota keluarga untuk di antar kesuatu tempat dsb. Maka kesabaran menjalankan ketaatan itulah ibadah yang luar biasa.
Kedua, sabar dalam menjauhi larang-larangan dalam agama. Godaan yang datang akan bertubi-tubi ketika kita berusaha menghidari larangan dalam agama, biasanya bahkan nampak indah dan menggiurkan. Penuh warna, kelezatan dan kenikmatan. Saat itulah kita bersabar, menahan diri agar tak sampai tergoda melakukan perbuatan yang dilarang itu.
Ketiga, sabar ketika tertimpa suatu musibah, apakah itu berupa sakit, bencana alam, kehidupan yang berat dan susah. Bentuk sabar dalam hal ini adalah; tidak pernah mengeluh atas musibah yang menimpa kita, bahkan harus berupaya mengentaskan diri dari musibah itu. Ketika sakit kita berusaha sekuat tenaga mencari cara-cara halal agar penyakit kita sembuh. Tidak berhenti pada satu bentuk pengobatan halal "A", harus mencari alternatif pengobatan halal B, C, D, dst. Saat tertimpa musibah, kita cari cara yang terbaik untuk berhasil keluar dari musibah itu, kita mencoba sekuat tenaga untuk mencari cara terbaik, entah itu dengan saling tolong dengan sesama, entah itu secara mandiri, atau dengan cara mencari bantuan, dan ini adalah upaya terakhir manakala upaya dan ikhtiar kita sudah mentok, karena kita harus menahan diri dari meminta atau kita kenal dengan iffah.
Itulah bentuk sabar dalam kehidupan kita. Kita harus selalu bersabar… Wallahu a'lam bis shawaab.
|